BaraJatim.com Tentang Kami Contact Us Info Iklan Privacy Policy
Barisan Relawan Jalan Perubahan (BARA JP) Provinsi Jawa Timur Mengucapkan Selamat dan Sukses Atas Terselenggaranya MUSDA & Pengukuhan BaraJP Jatim di RM. Mahameru Jl. Diponegoro 152 Surabaya 24 Agustus 2016, Bara JP Jatim Mengucapkan Selamat HUT RI Yang ke 71 Th Indonesia Merdeka
Home » » 5 Fakta Tentang Kelainan Penis Pada Bayi, Hipospadia

5 Fakta Tentang Kelainan Penis Pada Bayi, Hipospadia

Written By nasional on Rabu, 01 April 2020 | 05.42

Memiliki anak yang sehat dan normal merupakan dambaan dari setiap orang tua. Namun, karena berbagai faktor sehingga anak yang dilahirkan pun memiliki kelainan, seperti Hipospadia. Nah, dalam artikel kali ini akan membahas tentang 5 fakta tentang kelainan penis pada bayi (hipospadia) sebagai berikut ini :
1. Pengertian Hipospadia
Apa itu hipospadia? Perlu anda ketahui bahwa Hipospadia ini adalah kondisi dimana uretra tidak berada di posisi yang normal. Uretra ini merupakan sebuah saluran yang menghubungkan kandung kemih dengan ujung penis. Jika dalam kondisi normal, lubang uretra terletak tepat di ujung penis yang berfungsi untuk mengeluarkan urine. Namun pada penderita hipospadia, lubang uretra berada di bagian bawah penis. Hipospadia ini juga termasuk kelainan bawaan yang diderita sejak lahir. Hipospadia ini ini bisa dibagi menjadi beberapa kondisi, yaitu jika ujung uretra hanya bergeser sedikit dari posisi normalnya, atau bisa lebih parah jika ujung uretra berada jauh dari posisi normal, misalnya di dekat skrotum/buah zakar. 
2. Penyebab Hipospadia Adalah Faktor Genetik
Seperti yang sudah dikatakan sebelumnya bahwa hipospadia ini merupakan kelainan yang terjadi sejak lahir. Sama halnya dengan cacat lahir pada umumnya, penyebab hipospadia ini belum diketahui secara pasti. Perlu diketahui pembentukan penis selama bayi berada dalam rahim ditentukan oleh beberapa hal, salah satunya adalah hormon seks laki-laki, yaitu testosteron. Hipospadian ini diduga disebabkan oleh terhambatnya kerja hormon testosteron tersebut sehingga pertumbuhan penis menjadi terganggu. Ada beberapa faktor yang diduga bisa memicu hipospadia, diantaranya :
Riwayat keluarga
Pengaruh usia wanita yang hamil di atas 40 tahun
Terkena paparan rokok
 Terkena paparan senyawa kimiawi selama kehamilan, seperti pestisida
3. Gejala Hipospadia Tergantung Tingkat Keparahan
Perlu diketahuii bahwa kondisi hipospadia yang dialami oleh setiap penderita berbeda-beda. Dimana, tingkat keparahannya sangat tergantung kepada letak lubang uretra Pada umumnya, lubang uretra pada penderita hipospadia terletak di dekat ujung penis. Namun ada juga pengidap hipospadi yang lubang uretranta terletak di bagian tengah atau pangkal penis (dekat skotrum). Posisi inilah yang dianggap paling parah. Berikut gejala-gejala hipospadia di luar letak lubang uretra sebagai berikut :
- Kulup yang terlihat menaungi ujung penis. Hal ini terjadi karena kulup tidak berkembang di bagian bawah penis.
- Penis yang melengkung ke bawah akibat terjadinya pengencangan jaringan di bawah penis
3. Percikan abnormal yang terjadi saat kencing
Jika gejala-gejala di atas terjadi pada anak anda, maka segera bawa ke dokter untuk ditindak lanjuti. Karena jika tidak ditangani dengan benar, maka penderita hipospadia bisa terkena beberapa komplikasi diantaranya :
* Gangguan akibat ejakulasi tidak normal
* Anak anda akan kesulitan untuk belajar buang air kecil di kamar mandi
* Bentuk penis melengkung tidak normal saat ereksi
*Bentuk penis tidak normal
Gangguan psikologis, karena penderita hipospadia akan menjadi kurang percaya diri karena kondisi alat vitalnya yang tidak normal
4. Penanganan Hipospadia Melalui Operasi
Operasi bisa dilakukan kapan saja, namun idealnya adalah saat anak berusia 4 bulan hingga 1,5 tahun. Dimana, dokter bedah akan memposisikan uretra pada lokasi yang seharusnya. Sedangkan pada bentuk Mr.P yang melengkung ke bawah yang disebabkan pertumbuhan kulup yang tidak normal,  maka dokter akan memperbaikinya sehingga Mr.P akan kemabli ke bentuk yang normal.
5. Komplikasi Hipospadia
Komplikasi yang disebabkan oleh hiposoadia ini akan membuat penderita merasa kesulitan saat kecing dengan posisi berdiri sehingga harus dilakukan dengan posisi jongkok atau duduk. Selain itu, pengidap hipospadia akan sulit mendapatkan keturunan setelah menikah nantinya.

Share :
Related Article

Isi Komentar Anda

Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi Globalaceh.com. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

 

Berita FotoIndeks

Jawa TimurIndeks

Lintas DaerahIndeks