BaraJatim.com Tentang Kami Contact Us Info Iklan Privacy Policy
Barisan Relawan Jalan Perubahan (BARA JP) Provinsi Jawa Timur Mengucapkan Selamat dan Sukses Atas Terselenggaranya MUSDA & Pengukuhan BaraJP Jatim di RM. Mahameru Jl. Diponegoro 152 Surabaya 24 Agustus 2016, Bara JP Jatim Mengucapkan Selamat HUT RI Yang ke 71 Th Indonesia Merdeka
Home » » Gubernur Jawa Timur Menerima Kunjungan Kerja Panglima TNI Dan Kapolri

Gubernur Jawa Timur Menerima Kunjungan Kerja Panglima TNI Dan Kapolri

Written By nasional on Sabtu, 20 Juni 2020 | 08.43

SIDOARJO, 19 JUNI 2020 - Pemerintah Provinsi Jawa Timur kembali mendapat perhatian dari pemerintah pusat terkait penanganan Covid-19. Kali ini, giliran Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto dan Kapolri Jenderal Pol. Idham Azis, yang hadir langsung meninjau sekaligus memberikan arahan terkait penanganan Covid-19 di Jawa Timur.

 

Rombongan kedua Jenderal itu, disambut langsung oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa di Bandar Udara Juanda Sidoarjo pada Jum'at (19/6) siang.

 

Terkait kedatangan Panglima TNI dan Kapolri ini, Gubernur Khofifah menyampaikan bahwa ada tiga hal penting yang dipesankan. Yang pertama adalah gotong royong. Gotong royong yang melibatkan berbagai elemen, mulai dari Pemerintah Daerah, hingga tokoh masyarakat.

 

"Sesuai arahan Panglima TNI dan Kapolri, pertama  adalah kita harus sinergi dan  gotong royong," ujar Gubernur Khofifah.

 

Pesan Panglima dan Kapolri yang kedua adalah kedisiplinan. Dirinya menyebutkan, perlu adanya kedisiplinan yang masif di masyarakat. Kedisiplinan dalam menjalankan protokol kesehatan harus bisa dijalankan oleh semua elemen  masyarakat

 

"Kita harus bersatu bergotong royong meningkatkan kedisiplinan. Bapak Panglima TNI mengajak masyarakat di garda terdepan untuk menjalankan berbagai kedisplinan untuk menjalankan protokol kesehatan saat pandemi covid-19," tambahnya.

 

Pesan ketiga bagi Jawa Timur adalah adanya data yang riil. Data yang dibagi ke masyarakat adalah data yang transparan sehingga masyarakat bisa mengetahui sejelas mungkin.

 

"Secara khusus Kapolri pesan agar update data disajikan secara transparan agar langkah selanjutnya dapat dilakukan tindakan yang akurat," ujarnya.

 

Penuturan Gubernur Khofifah itu juga sejalan dengan arahan Panglima TNI dan Kapolri. Dirinya meminta agar pemerintah daerah bisa bersama-sama bergotong royong bersinergi dan berkolaborasi  dengan berbagai tokoh masyarakat khususnya para Ulama  untuk membangun kedisiplinan secara masif  terutama dalam melaksanakan  protokol kesehatan.

 

Secara khusus, Panglima TNI juga menargetkan pendisiplinan protokol kesehatan di pusat-pusat keramaian seperti Mall, pasar tradisional, tempat pariwisata, agar bisa dilakukan edukasi secara masif.

 

"Targetnya adalah Mall, Pasar Tradisional, kemudian tempat pariwisata," ungkap Panglima TNI Hadi Tjahjanto dalam arahannya.

 

Hadi Tjahjanto menyatakan bahwa dirinya beserta Kapolri akan melakukan kunjungan langsung ke beberapa titik untuk melihat jalannya penerapan protokol kesehatan.

 

Dirinya menambahkan bahwa tolak ukur keberhasilan protokol kesehatan itu terus dipantau dari laporan setiap hari yang disampaikan oleh aparat kewilayahan kepada Panglima TNI maupun Kapolri terkait perkembangan RT (Rate of Transmission).

 

Melalui update tersebut, maka dapat dilakukan evaluasi apakah harus dilakukan penambahan pasukan atau melakukan treatment yang lain.

 

"Sehingga menjadi tolak ukur kita untuk mengevaluasi apakah harus menambah pasukan, apakah kita juga melakukan treatment-treatment lain," imbuhnya.

 

Dengan dukungan penuh dari pemda kepada TNI dan Polri, Hadi Tjahjanto menyampaikan optimismenya bahwa bersama-sama, Indonesia bisa segera terbebas dari covid-19.

 

"Insya Allah saya optimis saat mendapat laporan dari Gubernur Jawa Timur dan didukung oleh seluruh aparat TNI/Polri pandemi covid-19 bisa segera berakhir," tutupnya.

 

Sebagaimana diketahui Presiden Joko Widodo telah memberikan mandat agar TNI Polri turun langsung mengawal pendisiplinan protokol kesehatan menuju kenormalan baru di tengah pandemi covid-19. Mandat itu dikhususkan pada empat provinsi dan 25 kabupaten kota.

 

Empat provinsi yang dimaksud rincinya adalah DKI Jakarta, Jawa Barat, Sumatera Barat dan Gorontalo. Sedangkan kabupaten kota dari Jatim yang masuk dalam 25 daerah pendisiplinan protokol kesehatan adalah Kota Batu Kota Malang dan Kota Surabaya.

 


Share :
Related Article

Isi Komentar Anda

Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi Globalaceh.com. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

 

Berita FotoIndeks

Jawa TimurIndeks

Lintas DaerahIndeks