BaraJatim.com Tentang Kami Contact Us Info Iklan Privacy Policy
Barisan Relawan Jalan Perubahan (BARA JP) Provinsi Jawa Timur Mengucapkan Selamat dan Sukses Atas Terselenggaranya MUSDA & Pengukuhan BaraJP Jatim di RM. Mahameru Jl. Diponegoro 152 Surabaya 24 Agustus 2016, Bara JP Jatim Mengucapkan Selamat HUT RI Yang ke 71 Th Indonesia Merdeka
Home » » IniFakta Sebenarnya Soal Pasien di RSUD Dr M. Soewandhie

IniFakta Sebenarnya Soal Pasien di RSUD Dr M. Soewandhie

Written By nasional on Jumat, 06 Maret 2020 | 07.25


SURABAYA,  Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya memberikan klarifikasi soal viralnya video Ikas Choirul Iklani. Pelaksana Tugas Direktur RSUD Dr M. Soewandhie Febria Rachmanita menjelaskan bahwa video tersebut tidak benar. Ia pun menjelaskan beberapa fakta sebenarnya yang terjadi.

 

"Kami pihak RSUD dr. M. Soewandhie sudah berusaha untuk klarifikasi kepada Saudara Ikas Choirul Iklani dengan mengunjungi rumah yang bersangkutan di dua alamat yang kami peroleh, tetapi rumahnya dalam keadaan kosong. Kami ada fotonya juga bahwa kami berusaha klarifikasi ke rumah saudara Ikas," kata Febria yang juga Kepala Dinas Kesehatan Kota Surabaya ini.

 

Selain itu, Feny- Febria Rachmanita juga memastikan bahwa pihak RSUD dr. M. Soewandhie sudah berusaha menghubungi yang bersangkutan melalui telepon di tiga nomor yang diperoleh pihak rumah sakit. Namun, ternyata nomor tersebut tidak dapat dihubungi. "Nomornya tidak aktif," ujarnya.

 

Menurut Feny, pelayanan di IGD RSUD dr. Soewandhie dilakukan berdasarkan tingkat kegawatan, bukan berdasarkan nomor antrian. Ia juga menjelaskan data yang terekam di sistem rumah sakit, pasien datang ke IGD pukul 14.40 WIB dan dilakukan pemeriksaan pada pukul 14.41 WIB.

 

"Nah, dari hasil pemeriksaan it tidak ditemukan kondisi kegawatdaruratan. Kemudian pasien diminta untuk menunggu," katanya.

 

Pada saat bersamaan, terdapat tujuh pasien gawat darurat yang membutuhkan penanganan segera dalam rangka upaya penyelamatan nyawa pasien. Setelah itu, pasien dipanggil sebanyak 5 (lima) kali tetapi pasien sudah tidak berada di tempat. "Jadi sebenarnya sudah kami panggil 5 kali dan ternyata pasien tidak ditempat," pungkasnya. (*)

 

Share :
Related Article

Isi Komentar Anda

Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi Globalaceh.com. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

 

Berita FotoIndeks

Jawa TimurIndeks

Lintas DaerahIndeks