BaraJatim.com Tentang Kami Contact Us Info Iklan Privacy Policy
Barisan Relawan Jalan Perubahan (BARA JP) Provinsi Jawa Timur Mengucapkan Selamat dan Sukses Atas Terselenggaranya MUSDA & Pengukuhan BaraJP Jatim di RM. Mahameru Jl. Diponegoro 152 Surabaya 24 Agustus 2016, Bara JP Jatim Mengucapkan Selamat HUT RI Yang ke 71 Th Indonesia Merdeka
Home » » Gubernur Khofifah Ajak Pesantren Bersiap Hadapi Industri 4.0

Gubernur Khofifah Ajak Pesantren Bersiap Hadapi Industri 4.0

Written By nasional on Senin, 18 Maret 2019 | 16.14


KEDIRI,  Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa mengajak pesantren untuk ikut bersiap menghadapi revolusi industri ke 4 atau industri 4.0. Salah satu caranya dengan memanfaatkan pengembangan jejaring yang telah dimiliki oleh pesantren berbasis digital.
"Industri 4.0 ini telah berjalan, dan jika ingin ambil bagian maka pesantren perlu mempercepat jejaring yang dimiliki melalui digitialisasi," ungkap Khofifah sapaan akrab Gubernur Jatim saat menjadi pembicara pada acara Kuliah Umum di Aula Muktamar Institut Agama Islam Tri Bhakti (IAIT) Lirboyo, Kediri, Senin (18/03).

Gubernur Khofifah menjelaskan, saat ini beberapa jenis model bisnis dan pekerjaan di Indonesia sudah terkena dampak arus digitalisai. Dicontohkan, toko konvensional yang ada sudah mulai tergantikan dengan model bisnis marketplace. Selain itu, juga taksi atau ojek tradisional posisinya juga sudah mulai tergeserkan dengan moda-moda berbasis online.

"Pilihannya yaitu jika kita tidak mampu mengalahkan mereka, maka mari berkolaborasi," tukas Gubernur Jatim perempuan pertama di Jatim ini sembari menambahkan kolaborai bisa dilakukan dengan marketplace yang sudah ada seperti bukalapak,tokopedia,shopee, dan beli-beli.

Ditambahkan, terdapat lima sektor prioritas sebagai upaya meningkatkan daya saing dan produktivitas menghadapi industri 4.0. Lima sektor tersebut berturut-turut yakni industri makanan dan minuman (mamin), industri kimia, industri tekstil dan pakaian jadi, industri otomatif, dan industri elektronika.

"Sektor mamin merupakan yang tertinggi, dan sepertinya kita semua bisa mengambil bisnis ini," terangnya sambil menegaskan bahwa bisnis mamin yang dihasilkan harus mengedepankan inovasi, sehat dan higienis, serta menarik.

Selain itu, terkait inovasi Gubernur Khofifah juga sudah meminta ke Duta Besar Cina terkait penerapan teknologi agro, khususnya teknologi bunga mawar dan anggrek. Menurutnya, pada tahun 2001 Cina sudah bisa membuat informasi teknologi pengolahan agro, sehingga informasi kapan bunga tersebut mekar akan bisa diketahui.  

"Kediri memiliki sektor agro bunga anggrek yang luar biasa, karenanya teknologi ini harus kita ambil. Dan IAIT Lirboyo bisa ikut ambil peran dalam pengembangannya," tukas Gubernur Khofifah yang sebelumnya pernah menjabat sebagai Menteri Sosial pada Kabinet Kerja.

Lebih lanjut disampaikan, inovasi-inovasi ini juga terkait kesiapan implementasi program one pesantren one product (OPOP). Karenanya, dirinya mengajak semua pihak khususnya pesantren untuk ikut mengambil hikmah adanya industri 4.0  "Saya ingin mengajak semua pihak untuk ikut melompat masuk dalam industri 4.0, sehingga berbagai penguatan bisa kita lakukan di berbagai sektor," pungkasnya..

Turut hadir dalam kegiatan ini, antara lain Walikota Kediri Abdullah Abu Bakar, Rektor IAIT Lirboyo KH. Abdullah Kafabihi Mahrus, pengurus Ponpes Lirboyo, Forkopimda Kota Kediri, serta ratusan mahasiswa-mahasiswi IAIT Lirboyo Kediri. (rr)


Share :
Related Article

Isi Komentar Anda

Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi Globalaceh.com. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

 

Berita FotoIndeks

Jawa TimurIndeks

Lintas DaerahIndeks