BaraJatim.com Tentang Kami Contact Us Info Iklan Privacy Policy
Barisan Relawan Jalan Perubahan (BARA JP) Provinsi Jawa Timur Mengucapkan Selamat dan Sukses Atas Terselenggaranya MUSDA & Pengukuhan BaraJP Jatim di RM. Mahameru Jl. Diponegoro 152 Surabaya 24 Agustus 2016, Bara JP Jatim Mengucapkan Selamat HUT RI Yang ke 71 Th Indonesia Merdeka
Home » » Dubes Helmy Fauzi: Mesir Pintu Potensial Benua Afrika

Dubes Helmy Fauzi: Mesir Pintu Potensial Benua Afrika

Written By nasional on Senin, 10 Desember 2018 | 20.37

Dubes Indonesia untuk Mesir, Helmy Fauzi
KAIRO,   Mesir adalah pintu masuk potensial bagi ekspor Indonesia ke Benua Afrika, yang mempunyai penduduk sebanyak 1,2 miliar jiwa, dengan produk domestik bruto (PDB) 2 triliun dolar AS, dan pasar senilai 550 miliar dolar AS.

“Pasar masih sangat luas, karena sampai sekarang ekspor Indonesia ke Benua Afrika baru senilai  4,2 miliar dolar AS. Mesir adalah pintu masuk potensial ekspor Indonesia ke Afrika,” ujar Duta Besar Indonesia untuk Mesir, Helmy Fauzi, di Kedubes RI di Kairo (9/12), seperti dilaporkan Sihol Manullang  dari Kairo (10/12).

Kedubes mempertemukan 13 perusahaan asal Indonesia yang menjadi peserta Intra- African Trade Fair (IATF) dengan wartawan Mesir di Kairo. Pameran berlangsung 11-17 Desember 2018, yang diikuti hampir semua negara di Benua Afrika. Tak mau ketinggalan, Indonesia membuka stand.

Helmy Fauzi mengatakan, secara geografis, Mesir adalah pintu masuk yang potensial, karena berada di dekat persinggungan Benua Asia, Afrika, dan Eropa, termasuk Terusan Suez.

Mesir sendiri sebagai suatu negara adalah pasar empuk bagi ekspor Indonesia, karena mempunyai 100 juta penduduk, urutan tiga di Afrika setelah Nigeria dan Ethiopia. Tak hanya itu, kawasan perdagangan bebas Mesir dengan beberapa negara di kawasan, membuatnya lebih berpotensi.

Dubes Helmy menghargai inisiatif Afreximbak dan African Union mengadakan pameran IATF 2018. Indonesia berpartisipasi aktif dengan menyertakan 13 perusahaan dan membawa 50 pebisnis Indonesia.

Perusahaan dari Indonesia peserta IATF adalah PT Kharisma Pemasaran Bersama Nusantara (PTPN), PT Perusahaan Perdagangan Indonesia (Persero), PT Pertamina Lubricants, PT Kapal Api Global, PT Tunas Utama Cipta, PT AK Goldenesia, PT Megumi Shigen Indonesia, PT Dahliah Duta Utama, PT Mensa Grup Indonesia, PT Iqra Visindo Teknologi, PT Pura Barutama, PT Indofood Sukses Makmur Tbk, PT Mayora Indah Tbk, PT Danora Agro Prima, PT Talaza Glova Savana, dan Indonesia Eximbank.

Perdagangan Indonesia-Mesir tahun 2017 tercatat senilai 1,5 miliar dolar AS, dengan surplus bagi Indonesia. Ekspor Indonesia ke Mesir antara lain palm oil, kopi, karet, filamen, dan kertas. Adapun impor Indonesia dari Mesir antara lain jeruk, fosfat, kurma, dan aspal. Sedikitnya 60 persen konsumsi kopi di Mesir berasal dari Indonesia.

Sampai sejauh ini investasi perusahaan Indonesia di Mesir senilai 40 juta dolar AS, sedangkan investasi perusahaan Mesir di Indonesia senilai  5 juta dolar AS. Dalam Trade Expo Indonesia di Jakarta Oktober 2018, Kedubes RI di Kairo membawa 75 importir asal Mesir.

Enam perusahaan Mesir yang selama 2017 membukukan nilai impor yang signifikan, memperoleh Primaduta Award. Nilai kesepakatan transaksi dalam pameran tersebut senilai  78,4 juta dolar AS. Nilai itu naik dibandingkan event sejenis 2017 lalu dengan transaksi 53,5 juta dolar AS, atau mengalami kenaikan 41 persen. (rr)
Share :
Related Article

Isi Komentar Anda

Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi Globalaceh.com. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

 

Berita FotoIndeks

Jawa TimurIndeks

Lintas DaerahIndeks