BaraJatim.com Tentang Kami Contact Us Info Iklan Privacy Policy
Barisan Relawan Jalan Perubahan (BARA JP) Provinsi Jawa Timur Mengucapkan Selamat dan Sukses Atas Terselenggaranya MUSDA & Pengukuhan BaraJP Jatim di RM. Mahameru Jl. Diponegoro 152 Surabaya 24 Agustus 2016, Bara JP Jatim Mengucapkan Selamat HUT RI Yang ke 71 Th Indonesia Merdeka
Home » » Gus Ipul Optimis Penerbit Masih Bisa Berkembang

Gus Ipul Optimis Penerbit Masih Bisa Berkembang

Written By nasional on Jumat, 06 Oktober 2017 | 17.49

SURABAYA,  Gus Ipul optimis, menghadapi tantangan era digital sekarang ini, penerbit masih bisa berkembang. Mengingat kebutuhan buku konfensional masih cukup tinggi permintaannya, sehingga orang masih perlu mencetak buku. 

Hal itu diutarakan Wakil Gubernur Jatim Drs H Saifullah Yusuf yang lebih akrab disapa Gus Ipul pada  Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) Asosiasi Penerbit  Perguruan Tinggi Indonesia (APPTI) ke-3, di Aula Amerta Lt-4 kantor manajemen Unair Surabaya, Jum'at (6/10)

Menurutnya, peran penerbit sangat penting dalam menyebarkan gagasan/ ide/ pikiran yang muncul di masyarakat, apalagi di lingkungan perguruan tinggi/ kampus. tentunya diperlukan gagasan/ pemikiran yang muncul dari kalangan akademisi.

Tradisi  penulisan dan penerbitan di masyarakat masih belum begitu kuat. Publikasi ilmiah di tingkat internasional yang dihasilkan para peneliti masih dibawah negara lain.  Menurut data Kemenristek hanya 300 – 400 artikel per tahun, dibandingkan China 250 ribu per tahun, Jepang 100 ribu dan Korea 50 ribu per tahun. 

Padahal jumlah perguruan tinggi di Indonesia besar. China perguruan tinggi hanya sekitar dua ribu lebih dengan  jumlah penduduk 1,3 miliar. Indonesia dengan penduduk 250 juta lebih mempunyai perguruan tinggi lebih dari empat ribu. Tetapi sayangnya sekitar 55 akrediasi A,  300 perguruan tinggi akreditasi B  dan sekitar 700 akreditasi C, sisanya masih belum terakreditasi, bahkan mahasiswanya masih banyak yang belum ideal.

"Dari banyaknya perguruan tinggi itu, seharusnya penerbitan bisa menjadi lebih banyak lagi yang bisa diterbitkan. Saya ingin mendorong lebih banyak lagi karya ilmiah yang bisa diterbitkan oleh APPTI," harapnya

Judul buku yang diterbitkan seluruh penerbit di Indonesia, juga masih jauh dibandingkan negara lain saat ini menerbitkan 10 – 15 ribu buku pertahun. Dibandingkan Jepang, Thailand dan Brazil yang  berhasil mencetak buku sampai 70 ribu judul buku per tahun, bahkan Amerika Serikat bisa 75 ribu judul buku per tahun. "Hal itu hendaknya bisa memacu untuk bisa lebih keras untuk mendorong akademisi, tentunya bekerja sama dengan APPTI," imbuhnya.

Perguruan tinggi sebagai pusat  gagasan pemikiran, lanjutnya, harus terus mempelopori upaya penerbitan karya ilmiah dan buku sehingga bisa mengejar ketertinggalan dengan negara lain.

"Mukernas ini diharapkan bisa menjadi tonggak kebangkitan dalam mendorong bangkitkan berbagai judul buku baru dan mendorong makin kuatnya tradisi menulis karya ilmiah  maupun buku-buku di lingkungan perguruan tinggi," harapnya. 

Para penerbit juga diharapkan untuk transfer merubah paradigma atau merubah cara menggunakan teknologi sebagai bagian mendorong hasilkan karya ilmiah. 

Mukernas APPTI yang dibuka oleh Dirjen Kelembagaan dan Ilmu Pengetahuan Kemenristekdikti  Prof. Kardono Suwignyo, dihadiri Wakil Rektor IV Unair Djunaedi Chotib ini  berlangsung selama tiga hari yaitu tgl 6 – 8 Oktober diikuti  83 orang peserta  anggota APPTI berasal dari 49 perguruan tinggi di Jawa dan luar Jawa. 

Diwarnai dengan diskusi panel dengan tema "Pasang Surut Demokrasi Indonesia Pasca Reformasi. Dengan pembicara Prof. Mohtar Mas'oed, MA, Ph.D, Drs Daniel Sparingga, MA,Ph.D (rr).



Share :
Related Article

Isi Komentar Anda

Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi Globalaceh.com. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

 

Berita FotoIndeks

Jawa TimurIndeks

Lintas DaerahIndeks