BaraJatim.com Tentang Kami Contact Us Info Iklan Privacy Policy
Barisan Relawan Jalan Perubahan (BARA JP) Provinsi Jawa Timur Mengucapkan Selamat dan Sukses Atas Terselenggaranya MUSDA & Pengukuhan BaraJP Jatim di RM. Mahameru Jl. Diponegoro 152 Surabaya 24 Agustus 2016, Bara JP Jatim Mengucapkan Selamat HUT RI Yang ke 71 Th Indonesia Merdeka
Home » » Gus Sholah : Jangan benturkan Islam dengan Indonesia

Gus Sholah : Jangan benturkan Islam dengan Indonesia

Written By nasional on Rabu, 08 Maret 2017 | 15.54

Pemimpin pondok pesantren (ponpes) Tebu Ireng, Jombang, Jawa Timur, KH. Sholahudin Wahid (Gus Sholah) meminta kepada semua pihak tidak membenturkan Islam dengan Indonesia. Menurutnya, perpaduan antara Islam dan Indonesia tidak bisa ditawar karena menjadi faktor utama terciptanya persatuan Indonesia.



"Kan ada kelompok yang seperti itu. Yang mengatakan jika memilih Ahok (Basuki Tjahaja Purnama) berarti tidak cinta Indonesia. Itu kan ngawur," kata Gus Sholah usai menjadi nara sumber dalam diskusi Oase Bangsa "Menggagas Pemimpin Berkualitas", Rabu (08/03/2017) di Hotel Mercure, Surabaya.

Adik kandung mantan Presiden RI, Abdurrahman Wahid (Gus Dur) ini menegaskan pertentangan sudah lama terjadi dan rampung pada tahun sembilan puluhan saat era orde baru. Karena itu, urusan politik yang saat ini bermuara dari Pilkada DKI yang membutuhkan pemahaman agar tidak terjadi konflik.

"Janganlah sampai terulang lagi. Itu sudah pernah terjadi dan baru selesai setelah era orde baru berhenti memusuhi Islam," katanya.

Sementara itu, ketika ditanya tentang kriteria pemimpin yang berkualitas, Gus Sholah mengatakan minimal sesuai dengan yang disampaikan oleh Nabi Muhammad SAW yaitu amanah, fathonah, sidiq, dan tabliqh.

"Minimal memenuhi kriteria empat itu, yah mungkin bisa ditambahkan keberanian. Kalau adil itu saya kira bagian dari amanah. Pasti ada yang seperti itu coba dicari," tambah Gus Sholah.


Share :
Related Article

Isi Komentar Anda

Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi Globalaceh.com. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

 

Berita FotoIndeks

Jawa TimurIndeks

Lintas DaerahIndeks