BaraJatim.com Tentang Kami Contact Us Info Iklan Privacy Policy
Barisan Relawan Jalan Perubahan (BARA JP) Provinsi Jawa Timur Mengucapkan Selamat dan Sukses Atas Terselenggaranya MUSDA & Pengukuhan BaraJP Jatim di RM. Mahameru Jl. Diponegoro 152 Surabaya 24 Agustus 2016, Bara JP Jatim Mengucapkan Selamat HUT RI Yang ke 71 Th Indonesia Merdeka
Home » » Survei LSI : AHY Anjlok Karena Antasari dan Golput

Survei LSI : AHY Anjlok Karena Antasari dan Golput

Written By nasional on Kamis, 16 Februari 2017 | 00.42

JAKARTA,  Hasil survei yang dilaksanakan Lingkaran Survei Indonesia (LSI), Rabu (15/2/2017) di kantor LSI, menyatakan bahwa Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) DKI Jakarta dipastikan dua kali putaran karena dari hasil survei yang telah dilaksanakan itu belum mencapai 50 + 1.


Maka dari itu, dijelaskan Ade Mulyana, peneliti LSI bahwa dari hasil survei LSI, jumlah suara pemilih berdasarkan Daftar Pemilih Tetap (DPT) sebanyak 7.198.589 suara pemilih dengan jumlah tempat pemungutan suara (TPS) 13.023. Maka dengan mengambil sampel 350 TPS, menghasilkan 18.88% pada pasangan calon Agus Harimurti Yudhoyono - Sylviana Murni dengan nomor urut satu. Berikutnya nomor urut 2 pasangan calon Basuki Tjahaya Purnama - Djarot Syaiful Hidayat dari hasil perolehan suara quick count LSI sebanyak 42,95%. Selanjutnya pasangan calon Anies Baswedan - Sandiaga Salahudin Uno nomor urut 3, memperoleh 40.17%.
Dengan demikian, AHY berada dibawah ambang batas, sedangkan Ahok dan Anies berada diatas ambang batas. Karena merosotnya elektoral AHY akibat antasari menuduh SBY sebagai inisiator kriminalisasi dirinya, diberitakan secara masif sampai dengan H-1. Padahal sebelum pencoblosan, SBY sudah membantah tapi efek elektoralnya tetap buruk untuk AHY.
Selain itu anjloknya suara AHY disebabkan golput lebih banyak terjadi di pendukung AHY. Alasannya, mayoritas terjadi di kelas menengah - bawah, karena alasan ekonomi. Mayoritas bekerja sebagai buruh harian, lebih mengutamakan bekerja, jika ke TPS upah hariannya hilang.
Alasan kedua adalah, karena alasan teknis, misalnya masalah administrasi tidak lengkap sulit untuk diurusnya. Alasan ketiga, masalah politik, disebabkan kesadaran politik rendah karena mengutamakan kebutuhan dasar. dedy mulyadi


Share :
Related Article

Isi Komentar Anda

Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi Globalaceh.com. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

 

Berita FotoIndeks

Jawa TimurIndeks

Lintas DaerahIndeks