BaraJatim.com Tentang Kami Contact Us Info Iklan Privacy Policy
Barisan Relawan Jalan Perubahan (BARA JP) Provinsi Jawa Timur Mengucapkan Selamat dan Sukses Atas Terselenggaranya MUSDA & Pengukuhan BaraJP Jatim di RM. Mahameru Jl. Diponegoro 152 Surabaya 24 Agustus 2016, Bara JP Jatim Mengucapkan Selamat HUT RI Yang ke 71 Th Indonesia Merdeka
Home » » Laporkan Rini dan RJ Lino Ke KPK, Masinton : Masih Paket Hemat

Laporkan Rini dan RJ Lino Ke KPK, Masinton : Masih Paket Hemat

Written By Unknown on Rabu, 30 September 2015 | 18.42

JAKARTA,  Politisi PDI Perjuangan, Masinton Pasaribu, melaporkan dugaan tindakan gratifikasi yang dilakukan Dirut PT Pelindo II RJ Lino kepada Menteri BUMN Rini M Soemarno. Laporan itu disampaikannya ke Komisi Pemberantasan Korupsi pada hari ini, Selasa (22/9/2015).
Menurut Masinton, laporan yang ia buat masih merupakan "paket hemat".
"Ini masih 'paket hemat'. Belum lagi paket lain, paket 'Rinso' (Rini Soemarno) yang pasti ada dugaan pemberian dalam kapasitas jumbo," kata Masinton di Kompleks Parlemen, Selasa (22/9/2015).
Kendati demikian, anggota Komisi III itu enggan membeberkan berapa nominal paket jumbo yang dimaksud. Masinton hanya menyebutkan ia memiliki data terkait hal itu.
"Nantilah satu-satu kita keluarkan," ujarnya.
Sebelumnya, pada laporan yang dibuat, dugaan gratifikasi yang diberikan itu berupa perabotan rumah tangga untuk rumah dinas Rini senilai Rp 200 juta. Dalam daftar yang diserahkan ke KPK, tertera pembelian kursi sofa tiga dudukan senilai Rp 35 juta, dua unit kursi sofa satu dudukan masing-masing senilai Rp 25 juta, satu unit meja sofa senilai Rp 10 juta, enam unit kursi makan masing-masing Rp 3,5 juta, satu unit meja makan senilai Rp 25 juta, dan satu set perlengkapan ruang kerja senilai Rp 59 juta.
"Totalnya ada Rp 200 juta. Dananya dari perusahaan Pelindo," kata Masinton.
Masinton juga menunjukkan adanya nota dinas tertanda Asisten Manajer Umum dan Rumah Tangga Pelindo bernama Dawud. Pada nota tersebut, kata Masinton, terdapat permintaan dari RJ Lino selaku Dirut Pelindo untuk keperluan pengadaan rumah dinas Menteri BUMN. Namun, Masinton mengaku tidak mengetahui motif pemberian gratifikasi itu.
"Belum tahu, nanti biar disidik. Saya meneruskan informasi ini. Kita pegang surat fotokopi, makanya minta klarifikasi KPK," kata Masinton.
Share :
Related Article

Isi Komentar Anda

Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi Globalaceh.com. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

 

Berita FotoIndeks

Jawa TimurIndeks

Lintas DaerahIndeks