BaraJatim.com Tentang Kami Contact Us Info Iklan Privacy Policy
Barisan Relawan Jalan Perubahan (BARA JP) Provinsi Jawa Timur Mengucapkan Selamat dan Sukses Atas Terselenggaranya MUSDA & Pengukuhan BaraJP Jatim di RM. Mahameru Jl. Diponegoro 152 Surabaya 24 Agustus 2016, Bara JP Jatim Mengucapkan Selamat HUT RI Yang ke 71 Th Indonesia Merdeka
Home » » Kompolnas: Penanganan Kasus Dugaan Penganiayaan Anggota Polri Terkesan Mandek

Kompolnas: Penanganan Kasus Dugaan Penganiayaan Anggota Polri Terkesan Mandek

Written By Unknown on Jumat, 13 Maret 2015 | 20.04

Jakarta (barajatim), Penanganan kasus dugaan penganiayaan oleh oknum anggota Polisi Militer Angkatan Laut (Pomal) terhadap dua perwira Polda Metro Jaya, Kompol Budi Hermanto dan Kompol Teuku Arsya Khadafi di Bengkel Kafe SCBD beberapa waktu lalu, yang terkesan mandeg membuat anggota Komisioner Kompolnas Edi Saputra Hasibuan mendesak aparat Kepolisian untuk segera menindak lanjuti kasus tersebut.

Edi Hasibuan mengatakan bahwa, penyidik Polda Metro Jaya tidak “mempetieskan” laporan pengelola Bengkel Kafe SCBD terkait dugaan perbuatan tidak menyenangkan yang dilakukan oknum anggota Polisi Militer Angkatan Laut (Pomal) TNI, tegasnya. “Semua taat hukum dan tidak ada Warga Negara Indonesia yang kebal hukum,” kata Edi Hasibuan saat dikonfirmasi di Jakarta, Rabu (11/3).

Edi juga meminta penyidik kepolisian menindaklanjuti dugaan penganiayaan oknum Pomal TNI terhadap dua perwira Polda Metro Jaya tersebut dan Kompolnas tidak setuju jika laporan penganiayaan terhadap anggota Polri dihentikan, karena barang bukti sudah lengkap, ungkapnya.

Menurutnya, jika proses hukum dugaan penganiayaan itu dihentikan akan berdampak buruk terhadap setiap anggota Polri yang menjadi korban penganiayaan oknum TNI.

Di tempat terpisah, Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Martinus Sitompul mengaku akan menelusuri proses hukum laporan pengelola Bengke Kafe itu.
Sementara itu, Ketua Pengurus Setara Institute Hendardi menyatakan, penyidik kepolisian tidak boleh diskriminasi menyikapi laporan pengelola Bengkel Kafe. “Seperti yang kerap disuarakan polisi dalam ketegangan KPK-Polri bahwa setiap laporan masyarakat mesti ditindaklanjuti,” ungkap Hendardi.

Menurut Hendardi, sekalipun dugaan pelakunya oknum TNI namun operasi gabungan itu juga melibatkan unsur Polri. Saat operasi gabungan, Hendardi mengungkapkan diduga terjadi tindak penganiayaan terhadap anggota Polri termasuk kerugian yang dialami pengusaha tempat hiburan. Sehingga tidak ada alasan penyidik kepolisian untuk menghentikan atau mempetieskan kasus tersebut, ungkap Hendardi, seraya menambahkan karena pihak kepolisian menjamin keamanan masyarakat karena Polri memiliki otoritas dalam melindungi keamanan warga.

Dan ketika ditanyakan kasus dugaan penganiayaan Perwira Polri oleh oknum POMAL , Ketua Umum PWRI mengatakan, sudah sepantasnya Polri mengusut dan menidak lanjuti kasus tersebut dan jangan didiamkan, karena menyangkut hak asasi seseorang, terlebih korbannya adalah perwira Polri yang terbilang masyarakat pilihan bangsa Indonesia, calon pimpinan masa depan di Kepolisian, ungkapnya. (yan)
Share :
Related Article

Isi Komentar Anda

Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi Globalaceh.com. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.


 

Berita FotoIndeks

Jawa TimurIndeks

Lintas DaerahIndeks