BaraJatim.com Tentang Kami Contact Us Info Iklan Privacy Policy
Barisan Relawan Jalan Perubahan (BARA JP) Provinsi Jawa Timur Mengucapkan Selamat dan Sukses Atas Terselenggaranya MUSDA & Pengukuhan BaraJP Jatim di RM. Mahameru Jl. Diponegoro 152 Surabaya 24 Agustus 2016, Bara JP Jatim Mengucapkan Selamat HUT RI Yang ke 71 Th Indonesia Merdeka
Home » » Gus Ipul: Pelabuhan Teluk Lamong Dibangun Untuk Menarik Investor ke Jatim

Gus Ipul: Pelabuhan Teluk Lamong Dibangun Untuk Menarik Investor ke Jatim

Written By Unknown on Kamis, 05 Maret 2015 | 15.15

Jawa Timur merupakan provinsi yang sangat besar dengan 38,530 Juta jiwa yang tersebar di 38 Kab/Kota. Untuk itu, pemprov. Jatim terus berupaya  meningkatkan sarana dan prasarana  salah satunya adalah dengan membangun Pelabuhan Teluk Lamong agar dapat menarik investor untuk  berinvestasi di Jatim


            Pernyataan tersebut disampaikan Wagub. Jatim Drs. Saifullah Yusuf, saat memberikan pengarahan pada acara pembukaan pameran Indoprt Expo tahun 2015 di Hall Grand City  Surabaya, Rabu (5/3).
Menurut Gus Ipul, pembangunan pelabuhan Teluk Lamong itu tujuan utamanya adalah  untuk meningkatkan perdagangan dan perekonomian  di Jatim, sekaligus untuk menyiapkan  tempat para investor yang datang dan mau menanamkan modalnya di Jawa Timur. Karena sarana ini dibangunan lengkap dengan segala kemudahan pengurusan perijinan yang terkait dengan investasi, sebab Teluk lamong dibangun dengan dengan sarana satu atap.
 Oleh karena itu, pemprov. Jatim menyiapkan lahan yang sangat  luas yakni sekitar 386 Ha, namun untuk pembangunan  tahap awal/ pertama baru seluas 38,86 ha serta  telah dioperasionalkan. Data investasi tahun 2014 sebesar Rp 145,03 trilyun dengan rincian PMA sebesar Rp 19,29 trilyun, PMDN sebesar Rp 42,55 trilyun dan PMDN Non Fasilitas sebesar Rp 83,19 trilyun.
Sedangkan kinerja perdagangan di Jatim untuk barang dan jasa baik luar negeri maupun antar daerah tahun 2013 sebesar Rpp 539,111 trilyun, dan tahun 2014 sebesar Rp 611,323 trilyun. Sementara data impor barang dan jasa baik luar maupun dalam negeri serta antar daerah tahun 2013 sebesar Rp 512,915 trilyun, dan tahun 2014 sebesar Rp618,165 trilyun.
Pertumbuhan ekonomi Jatim tahun 2014,  sebesar 5,86 persen sedang pertumbuhan  nasional hanya 5,02 persen. Untuk peran sector  perdagangan dan pergudangan di jatim terhadap PDRB pada posisi ke-  8 yakni sebesar 3,20 persen. Dan posisi tertinggi sector industry pengolahan yaitu sebesar 28,90 persen, urutan kedua sector perdagangan dan eceran, reparasi mobil dan sepeda motor sebesar 17,24 persen. Pertumbuhan ekonomi baik tersebut, karena jatim memiliki sarana jalan yang sangat bagus  dan panjang, yakni jalan nasional yang di jatim sepanjang 2,027 KM, jalan propinsi 2.000,98 KM dan jalan Kab/Kota sepanjang 23.491,92 KM.
Jalan panjang ditambah jumlah kendaraan yang lumayan banyak yakni kendaraan roda dua (2) per desember 2014 sebanyak 12.824.700 dan kendaraan roda empat (4) per desember 2014 sebanyak 1.695.856 unit. Untuk  itu dibutuhkan system transportasi yang lebih baik di masa mendatang.
Sebelum mengakhiri pengarahannya, Gus Ipul menambahkan, saat ini issue transportasi laut di Indonesia masih high Cost transportasi, untuk itu diupayakan untuk ditekan agar barang eksport dapat bersaing di pasar internasional, sehingga kedepan Indonesia bisa menjadi produsen untuk masyarakat dunia. Besarnya ongkos angkut menurut Bank Dunia Jakarta paling tinggi   yakni sebesar 15,32 persen dari biaya produksi dan urutan kedua Surabaya sebesar 13,67 persen dari biaya produksi, sedang urutan ketiga  adalah negara Jepang sebesar 4,88 persen dari biaya produksi.
Ongkos tinggi di Jakarta tersebut disebabkan oleh lamanya waktu bongkar muat dari kedatangan kapal sampai dengan berangkat yang membutuhkan waktu 8 hari. Sedang di jatim dengan insfratruktur yang ada sekarang ini waktu yang dibutuhkan lebih sedikit yakni antara 5 – 6 hari, kalau untuk domestic nasional telah mendekati Zerro waiting time. Sedang untuk jumlah pelabuhan yang ada di jatim ada sekitar 46 pelabuhan yang besar  belum termasuk  dengan pelabuhan yang kecil-kecil. Sebab, pelabuhan yang besar  sudah ditangani dan  dimanage dengan baik. Kalau pelabuhan yang kecil -di Jakarta obligasi daerah tersebut sudah ada, tinggal (red).
Share :
Related Article

Isi Komentar Anda

Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi Globalaceh.com. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

 

Berita FotoIndeks

Jawa TimurIndeks

Lintas DaerahIndeks