BaraJatim.com Tentang Kami Contact Us Info Iklan Privacy Policy
Barisan Relawan Jalan Perubahan (BARA JP) Provinsi Jawa Timur Mengucapkan Selamat dan Sukses Atas Terselenggaranya MUSDA & Pengukuhan BaraJP Jatim di RM. Mahameru Jl. Diponegoro 152 Surabaya 24 Agustus 2016, Bara JP Jatim Mengucapkan Selamat HUT RI Yang ke 71 Th Indonesia Merdeka
Home » » Ricuh Sidang Perdana DPR Diperkirakan Bakal Berlanjut

Ricuh Sidang Perdana DPR Diperkirakan Bakal Berlanjut

Written By Unknown on Kamis, 02 Oktober 2014 | 14.14

JAKARTA -- Sidang perdana anggota DPR periode 2014-2019 membahas pucuk pimpinan di parlemen berlangsung ricuh, dini hari tadi. Diperkirakan, kondisi seperti itu akan terus dipertontonkan wakil rakyat terhormat.
"Saya melihat kita harus siap, ini bukan akhir kericuhan," kata pengamat politik Gun Gun Heryanto kepada, Kamis (2/10/2014).
Menurut Gun Gun, masih banyak agenda di DPR yang akan diperebutkan Koalisi Indonesia Hebat dan Koalisi Merah Putih.
Sebelumnya, mereka memperebutkan RUU Pilkada. Koalisi Indonesia Hebat ingin pilkada tetap dipilih langsung, sedangkan Merah Putih ingin mengembalikan pilkada ke DPR. Sidang juga berlangsung ricuh.
"Setelah semalam soal pimpinan di DPR, ke depan akan terjadi bayak hal, seperti soal aturan legislasi dan alat kelengkapan DPR lainnya," tembah Gun Gun.
Akan terjadi pertarungan dua kubu di DPR, Gun Gun mengatakan, sudah diprediksi sejak lama. Apalagi, Koalisi Merah Putih yang terdiri dari Gerindra, Golkar, PKS, PAN, PPP plus Demokrat semakin solid setelah berhasil mengesahkan RUU Pilkada menjadi undang-undang.
"Tes case-nya di RUU Pilkada. Kalau RUU Pilkada tak jadi undang-undang mungkin Merah Putih takkan sesolid sekarang. RUU Pilkada punya efek domino yaitu power sharing di daerah," terangnya.
Setelah RUU Pilkada disahkan, Koalisi Merah Putih berhasil menguasai dua area kekuasaan di luar eksekutif yakni legislatif dan pemerintahan di daerah.
Gun Gun mengatakan, kericuhan di DPR semalam dan dini hari tadi merupakan puncak dari pertarungan politik nasional, terutama agenda sidang membahas pimpinan DPR.
Posisi pimpinan DPR, lanjut dia, penting untuk diperebutkan karena selain prestise juga akan bicara soal agenda kelembagaan ke depan.
"Pimpinan DPR yang bisa mengeset agenda apa yang dikehendaki DPR ke depan," ujarnya.
Namun, menurut dia, apa pun alasannya dua kali kericuhan di DPR periode 2014-2019 merupakan tontonan yang kurang mendidik dalam konteks forum terhormat seperti DPR. Seharusnya, di sidang perdana anggota DPR menunjukkan kesan positif dengan mengedepankan etika, keadaban, serta membangun optimisme kelembagaan.
"Masalah tadi malam salah satu rangkaian dari pertarungan sebelumnmya. Ini tidak bisa lepas dari konteks pertarungan RUU Pilkada dan Pilpres. Hubungan tidak harmonis tadi malam dalam konteks kompetisi antara Koalisi Indonesia Hebat dan Merah Putih," pungkasnya.
Rapat Paripurna perdana Anggota DPR RI memanas. Sidang pun berlangsung alot dan skors pun dilayangkan pimpinan DPR sementara.
Kericuhan tersebut berawal, saat pimpinan sementara DPR Popong Otce Djundjunan memberikan kesempatan membacakan nama fraksi dan strukturnya,
Fraksi Gerindra, 73 anggota:
Ketua Fraksi Ahmad muzani,
Sekretaris (Fahri zeni)
Fraksi Golkar, 90 anggota:
Ketua Fraksi Ade Komarudin
Partai Demokrat, 61 anggota:
Ketua Fraksi Edhie Baskoro Yudhoyono
Sekretaris Didik Mukriyanto
Bendahara Anton  Supratono
Fraksi PAN, 48 anggota:
Ketua Fraksi Tjatur Sapto Edi
Sekretaris Teguh Juwarno
Bendahara Dewi
Fraksi PKS, 40 anggota:
Ketua Fraksi Hidayat Nur Wahid
Fraksi PPP, 39 anggota:
Penasehat Ketua Fraksi
Ketua Fraksi Hasrul Azwar
Wakil Saifullah Tamliha
Sekretaris Arwani Thomafi
Belum tuntas fraksi PPP memaparkan strukturalnya, situasi di ruang rapat kembali memanas. Politisi PDI Perjuangan Adian Napitupulu dan Masinton Pasaribu maju dan menunjuk pimpinan sidang yang dipimpin oleh Popong dan Ade Rezki Pratama.
Lantaran tak kondusif dan memang dilarang Anggota menaiki dan mendekati meja pimpinan, Popong pun mengingatkan untuk menjaga etika,  Pamdal pun dikerahkan untuk menenangkan situasi ini.
"Sidang kita skors karena situasi sudah tidak kondusif," kata Popong sambil mengetok palu.
(kem/trk)
BeritaLima Cyber Media Group » www.beritalima.comwww.sumateratime.comwww.satuwarta.comwww.potretdesa.com






















Share :
Related Article

Isi Komentar Anda

Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi Globalaceh.com. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.


 

Berita FotoIndeks

Jawa TimurIndeks

Lintas DaerahIndeks