BaraJatim.com Tentang Kami Contact Us Info Iklan Privacy Policy
Barisan Relawan Jalan Perubahan (BARA JP) Provinsi Jawa Timur Mengucapkan Selamat dan Sukses Atas Terselenggaranya MUSDA & Pengukuhan BaraJP Jatim di RM. Mahameru Jl. Diponegoro 152 Surabaya 24 Agustus 2016, Bara JP Jatim Mengucapkan Selamat HUT RI Yang ke 71 Th Indonesia Merdeka
Home » » Kejagung Telah Kantongi Bukti Gratifikasi Wakajati Sulsel

Kejagung Telah Kantongi Bukti Gratifikasi Wakajati Sulsel

Written By Unknown on Rabu, 01 Oktober 2014 | 15.30

JAKARTA -- Mobil Toyota Vellvire seharga Rp 1,8 miliar membuat Wakil Kepala Kejaksaan Tinggi (Wakajati) Sulawesi Selatan, Kadarsyah kini harus berurusan dengan Kejaksaan Agung. Jaksa Agung Muda Pengawasan (JAMWas) dan jajarannya kini telah menaikkan status dugaan gratifikasi mobil yang diterima Kadarsyah dari tahap interogasi menjadi inspeksi kasus.
Tak hanya Wakajati yang diusut, JAMWas Kejagung juga mengusut Asisten Pidana Umum (Aspidum) Kejati Sulsel  Feri Handoko, yang diduga juga menerima gratifikasi berupa mobil Honda Freed senilai Rp 269 juta dari orang yang sama, yakni Jeng Tang.
Jaksa Agung Muda Pengawasan Mahfud Manan menjelaskan,  Kejagung sudah mengantongi sejumlah bukti dan informasi atas kasus dugaan gratifikasi mobil yang diterima Kadarsyah dan Feri Handoko tersebut.
"Pasti ada tanda-tanda (bukti-bukti) yang kami pegang. Sebelum dimuat di media kami sudah jalan (melakukan penelusuran). Sudah ada juga nama kami pegang yang merupakan saksi kuncinya," ungkap Mahfud di Kejagung, Jakarta, Selasa (30/9/2014).
Dikatakan Mahfud, pihaknya telah mengirim tim untuk melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah orang dari internal dan eksternal Kejati Sulsel yang mengetahui duduk perkara tersebut.
Yakni mereka yang mengetahui pemberian ini, antara lain orang yang mengantar mobil kepada Kadarsyah dan Feri. Begitu juga perusahaan ekspedisi yang membawa dua mobil untuk dua petinggi di Kejati Sulses tersebut juga akan dimintai keterangan.
Meski Kadarsyah telah membantah menerima gratifikasi, Kejagung terus melanjutkan penelusuran kasus tersebut. Pihak jaksa pengawas Kejagung berpedoman kepada informasi dan bukti yang dipegang.
"Silahkan saja membantah. Itu hak mereka. Tidak bisa juga dilarang kalau ingin membantah. Yang pasti kami jalan terus ini. Nanti dilihatlah bagaimana hasilnya. Yang penting mobilnya sudah ada foto kami pegang," ungkap Mahfud Manan.
Ditegaskan Mahfud, tidak menutup kemungkinan ada jaksa lain yang terlibat dalam kasus tersebut, selain Kadarsyah dan Feri. Mahfud menegaskan bahwa siapa pun yang terlibat, pasti akan diproses. "Harus diingat JAMWas sudah memberikan sanksi tidak kurang dari 11 jaksa. Termasuk ada diantaranya Kajari. Sekarang kalau Wakajati terlibat yah harus diproses juga pasti," ungkap Mahfud Manan.
Seperti diketahui, grafitikasi berupa mobil yang diterima Kadarsyah dan Feri diberikan pengusaha Makassar bernama Jeng Tang yang tak lain tersangka dalam kasus penimbunan laut atau reklamasi pantai. Jeng Tang juga pemilik PT Bumi Anugerah Sakti (BAS).
Kasus lingkungan tersebut awalnya ditangani penyidik Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Selatan sejak awal 2011. Kasus telah dilimpahkan ke Kejati Sulsel. Namun kasus tersebut tidak kunjung selesai dikarenakan berkas kasus selalu tidak dinyatakan lengkap oleh kejaksaan alias P19. Sudah empat kali Kejati mengembalikan berkas perkara tersebut kepada penyidik kepolisian.
(tnc/bin)
BeritaLima Cyber Media Group » www.beritalima.comwww.sumateratime.comwww.satuwarta.comwww.potretdesa.com









Share :
Related Article

Isi Komentar Anda

Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi Globalaceh.com. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

 

Berita FotoIndeks

Jawa TimurIndeks

Lintas DaerahIndeks