BaraJatim.com Tentang Kami Contact Us Info Iklan Privacy Policy
Barisan Relawan Jalan Perubahan (BARA JP) Provinsi Jawa Timur Mengucapkan Selamat dan Sukses Atas Terselenggaranya MUSDA & Pengukuhan BaraJP Jatim di RM. Mahameru Jl. Diponegoro 152 Surabaya 24 Agustus 2016, Bara JP Jatim Mengucapkan Selamat HUT RI Yang ke 71 Th Indonesia Merdeka
Home » » Presiden SBY Menghadiri GGGI Leader's Gathering di Markas Besar PBB di New York

Presiden SBY Menghadiri GGGI Leader's Gathering di Markas Besar PBB di New York

Written By Unknown on Kamis, 25 September 2014 | 05.04

Setelah rangkaian pertemuan tingkat tinggi pada pagi dan sore hari dalam rangka konferensi perubahan iklim, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan delegasi resmi Indonesia memulai kegiatannya kembali pada malam hari, tepatnya pada Selasa (23/9) pukul 18.15 waktu setempat atau Rabu (24/9) pukul 07.15 WIB waktu Jakarta. Presiden SBY dan delegasi resmi menghadiri pertemuan para Pemimpin Global Green Growth Institute (GGGI) di markas besar PBB, New York, Amerika Serikat.  GGGI Leader,s Gathering yang diselesenggarakan bersama dengan pemerintah Korea Selatan ini bertujuan antara lain untuk mengumumkan secara resmi nominasi Presiden SBY untuk jabatan President of the Assembly dan sekaligus Chair of the Council GGGI mulai November 2014 mendatang. Presiden SBY akan menggantikan mantan Perdana Menteri Denmark, Lars Lokke Rasmussen. GGGI adalah organisasi internasional yang berkantor pusat di Seoul, Korea Selatan, yang banyak mendorong negara-negara berkembang untuk menerapkan pola kebijakan pembangunan yang ramah lingkungan dan pertumbuhan ekonomi yang bersahabat dengan kesehatan lingkungan. Dengan prinsip green growth, target pembangunan ekonomi dapat dicapai seperti pengurangan kemiskinan, penciptaan lapangan kerja dan inklusivitas sosial. Organisasi ini juga aktif dalam menangani fenomena perubahan iklim, biodiversity loss serta akses terhadap sumber energi dan air bersih. Hingga saat ini GGGI memiliki 34 program di 18 negara. Organisasi internasional ini memiliki dana operasional sedikitnya 35 juta US dollar untuk memperjuangkan misi diantaranya prinsip keberimbangan antara pertumbuhan ekonomi dengan sustainability lingkungan yang mutlak bagi masa depan seluruh umat manusia di alam ini.    Presiden Republik Korea, Park Geun Hye dalam pidatonya menyampaikan rasa optimisnya bahwa di bawah kepemimpinan Presiden SBY, organisasi GGGI akan dapat menjalankan misinya secara lebih baik, terutama memperjuangkan misi tersebut kepada para pemimpin dunia dari negara-negara berkembang.Presiden SBY menyampaikan ucapan terima kasihnya kepada GGGI untuk menominasikannya sebagai Presiden dari Majelis dan Chair of the Council. Presiden SBY mengingatkan bahwa upaya terpadu sangatlah penting dalam menciptakan lingkungan kondusif bagi kualitas hidup generasi kita dan generasi mendatang. Nominasi ini bagi Presiden SBY adalah sebuah kesempatan untuk melakukan sesuatu yang bermakna bagi dunia internasional, tidak saja bagi Indonesia. Amanah ini merupakan suatu pengabdian bagi pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan bagi semua negara yang saat ini masih tergolong negara berkembang, agar terus meningkatkan pertumbuhan ekonominya dan segera memasuki fase sebagai negara maju. Hal ini juga merupakan bentuk pengakuan atas apa yang Indonesia telah capai sampai saat ini dalam menyelaraskan pembangunan ekonomi dengan upaya penggunaan teknologi dan resources yang ramah lingkungan (green economy). Penyelamatan lingkungan merupakan bagian dari hasrat Presiden SBY secara pribadi, dan secara bersamaan juga merupakan isu yang penting dan vital tidak hanya bagi Indonesia namun juga bagi dunia secara keseluruhan.  Presiden SBY mendukung pembangunan berkelanjutan dan akan aktif medorong model pembangunan yang lebih baik. Seluruh pemimpin dunia hendaknya mengembangkan ekonomi berkarbon rendah yang hanya memiliki emisi gas rumah kaca minimum untuk menjaga peningkatan temperatur suhu dunia terus senantiasa berada dibawah dua derajat celcius. Indonesia mengimplementasikan empat pilar strategi pembangunan nasional, yaitu pembangunan yang pro-pengentasan kemiskinan, pembangunan yang pro-penciptaan lapangan pekerjaan, pembangunan yang pro-pertumbuhan ekonomi dan pembangunan yang ramah lingkungan. Dengan strategi pembangunan tersebut, Indonesia akan berhasil menurunkan emisi gas rumah kaca sebanyak 26% pada tahun 2020, meskipun disadari masih banyak tantangan dalam hal deforestasi dan degradasi lahan. Presiden SBY menyatakan bahwa ia yakin bahwa GGGI akan berinovasi untuk kemitraan global untuk mencapai keseimbangan yang efektif antara pertumbuhan ekonomi dan pembangunan lingkungan yang berkelanjutan.  Turut bersama Presiden SBY, diantaranya Menkopolhukam, Djoko Suyanto, Mensesneg Sudi Silalahi, Menkoperekonomian Chairul Tanjung, Menlu Marty Natalegawa, Seskab Dipo Alam dan mantan Menteri Lingkungan Hidup Emil Salim.

Foto :  Presiden SBY dan delegasi resmi menghadiri pertemuan para Pemimpin Global Green Growth Institute (GGGI) di Markas Besar PBB, New York, Amerika Serikat pada Selasa (23/9) pukul 18.15 waktu setempat atau Rabu (24/9) pukul 07.15 WIB waktu Jakarta. Pada pertemuan tersebut diumumkan secara resmi nominasi Presiden SBY untuk jabatan President of the Assembly dan sekaligus Chair of the Council GGGI mulai November 2014 mendatang. Presiden SBY akan menggantikan mantan Perdana Menteri Denmark, Lars Lokke Rasmussen.
Share :
Related Article

Isi Komentar Anda

Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi Globalaceh.com. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

 

Berita FotoIndeks

Jawa TimurIndeks

Lintas DaerahIndeks