BaraJatim.com Tentang Kami Contact Us Info Iklan Privacy Policy
Barisan Relawan Jalan Perubahan (BARA JP) Provinsi Jawa Timur Mengucapkan Selamat dan Sukses Atas Terselenggaranya MUSDA & Pengukuhan BaraJP Jatim di RM. Mahameru Jl. Diponegoro 152 Surabaya 24 Agustus 2016, Bara JP Jatim Mengucapkan Selamat HUT RI Yang ke 71 Th Indonesia Merdeka
Home » » Presiden SBY Menerima Sekjen OKI & Dirjen UNESCO di Bali

Presiden SBY Menerima Sekjen OKI & Dirjen UNESCO di Bali

Written By Unknown on Jumat, 29 Agustus 2014 | 07.52

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menerima kedatangan Sekretaris Jenderal Organisasi Konferensi Islam, Iyad Ameen Madani, dan Dirjen UNESCO, Irina Bokova, di The Laguna Resort and Spa, Nusa Dua, Bali, Kamis (28/8). Presiden menyambut kehadiran mereka dengan hangat, dan mengajak untuk terus saling bekerjasama mengupayakan tercapainya harmoni dan kehidupan bersama dalam masyarakat yang saling menghormati di tengah perbedaan budaya, agama dan keyakinan politik yang ada. Presiden SBY juga berterima kasih atas peran positif UNESCO selama ini di Indonesia dalam mengembangkan dan menumbuhkan semangat anti diskriminasi dalam masyarakat Indonesia yang heterogen.  Presiden berharap kerjasama yang baik akan terus meningkat di kemudian hari, demikian juga kepada delegasi dari Organisasi Konferensi Islam yang dipimpin Iyad Ameen Madani, Presiden SBY mengucapkan selamat datang dan terima kasih atas partisipasi aktif OKI dalam menciptakan perdamaian dan pengertian akan pentingnya sikap saling menghormati di tengah masyarakat negara-negara Islam. Presiden mengajak OKI untuk terus aktif menyuarakan perdamaian dan upaya penyelesaian masalah ataupun konflik secara damai, serta menumbuhkan solidaritas bersama. Indonesia juga akan terus berpartisipasi aktif membantu masyarakat muslim di wilayah konflik untuk dapat segera hidup tenang dalam suasana damai.  Delegasi UNESCO dan OKI hadir sebagai peserta konferensi internasional ke enam The United Nations Alliance of Civilizations (UNAOC) yang akan dimulai Jum’at 29 Agustus 2014, di Nusa Dua Bali. Konferensi yang mendiskusikan masalah peradaban dunia ini diikuti oleh sedikitnya 114 negara dan 25 organisasi internasional dan akan dibuka oleh Presiden SBY.

Dipilihnya Indonesia sebagai tempat penyelenggaraan forum internasional yang akan membahas mengenai harmoni dalam keberagaman ini merupakan salah satu apresiasi masyarakat internasional akan keberhasilan Indonesia mempertahankan kehidupan damai ditengah keberagaman suku, agama, dan keyakinan politik yang ada. Indonesia yang merupakan negara kepulauan terbesar di dunia ini memiliki sedikitnya 490 kelompok etnis, dengan 800 bahasa daerah dan berbagai adat istiadat yang berbeda-beda antara satu suku dengan suku yang lainnya. Namun Masyarakat Indonesia dapat bersatu dan hidup berdampingan rukun dan damai di bawah payung Negara Kesatuan Republik Indonesia. Dengan semboyan Bhinneka Tunggal Ika, masyarakat Indonesia tidak memandang perbedaan sebagai sebuah ancaman, melainkan sebaliknya menjadi kekuatan perekat dan pemersatu bangsa berlandaskan semangat persahabatan dan nasionalisme.  Semangat menjaga harmoni dalam keberagaman ini juga menjadi roh dari pembentukan masyarakat bersama ASEAN yang akan mulai berjalan di tahun 2015 mendatang. Dengan Masyarakat bersama ASEAN, berbagai kelompok masyarakat dengan budaya dan adat istiadat berbeda akan menyatu dalam satu identitas bersama, memperjuangkan satu tujuan bersama yaitu kemakmuran dan kemajuan bersama.  Tema pertemuan kali ini adalah “Unity in Diversity: Celebrating Diversity for Common and Shared Values”. Selain diskusi, pertemuan ini juga diisi dengan pemberian  penghargaan internasional, video screening, pameran dan beberapa events sayembara. Bahasan utama forum ini adalah :  • Menciptakan harmoni dalam hubungan antar kepercayaan, agama dan budaya yang berbeda. • Peran wanita dalam peningkatan pemahaman antar budaya • Menciptakan harmoni melalui olah raga,seni,musik dan hiburan • Partisipasi generasi muda dalam menciptakan perdamaian • Percakapan media antar budaya • Inklusivitas sosial dan migrasi • Perspektif terhadap kelompok migran Setelah sukses diselenggarakan sebanyak lima kali, yitu di Madrid Spanyol (2008), di Istanbul, Turki (2009), di Rio de Janerio, Brasilia (2010), di Doha, Qatar (2011) dan di Vienna, Austria (2013), Forum internasional kali ini dihelat di Bali, Indonesia. Diharapkan pertemuan kali ini juga akan sukses dan menghasilkan suatu nilai ataupun prinsip yang diakui secara bersama. Forum ini akan mempertemukan para kepala pemerintahan, politikus, pengusaha, aktivis organisasi internasional, terumata yang bergerak di bidang pemberdayaaan masyarakat madani, kelompok organisasi kepemudaan, seniman dan pelaku media. Dari dialog yang dihelat oleh wakil dari berbagai bangsa,dan latar belakang budaya ini diharapkan tercapai suatu pengertian bersama tentang peradaban dan masyarakat madani.

Foto : Presiden SBY menyambut sekretaris jenderal organisasi Konferensi Islam, Iyad Ameen Madani di di The Laguna Resort and Spa, Nusa Dua, Bali, Kamis (28/8). Presiden menyambut kehadiran mereka dengan hangat, dan mengajak untuk terus saling bekerjasama mengupayakan tercapainya harmoni dan kehidupan bersama dalam masyarakat yang saling menghormati di tengah perbedaan budaya, agama dan keyakinan politik yang ada.
Share :
Related Article

Isi Komentar Anda

Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi Globalaceh.com. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

 

Berita FotoIndeks

Jawa TimurIndeks

Lintas DaerahIndeks