BaraJatim.com Tentang Kami Contact Us Info Iklan Privacy Policy
Barisan Relawan Jalan Perubahan (BARA JP) Provinsi Jawa Timur Mengucapkan Selamat dan Sukses Atas Terselenggaranya MUSDA & Pengukuhan BaraJP Jatim di RM. Mahameru Jl. Diponegoro 152 Surabaya 24 Agustus 2016, Bara JP Jatim Mengucapkan Selamat HUT RI Yang ke 71 Th Indonesia Merdeka
Home » » Wagub Saifullah Yusuf Terima Penghargaan K3

Wagub Saifullah Yusuf Terima Penghargaan K3

Written By bara on Selasa, 27 Mei 2014 | 08.10

Prestasi bidang ketenagakerjaan kembali diraih Provinsi Jawa Timur. Penghargaan dengan kategori pembina bidang Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) berupa medali dan pin dari Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Menakertrans) RI Muhaimin Iskandar diterima Wakil Gubernur Jawa Timur Drs. H. Saifullah Yusuf mewakili Gubernur Jawa Timur di Hotel Bidakara Jl. Gatot Subroto Kav. 71 – 73 Jakarta Selatan, Senin (26/5) malam. 
Selain Wagub Saifullah Yusuf, 6 Bupati dan Walikota di Jawa Timur juga mendapatkan penghargaan yang sama sebagai Pembina K3. Enam Bupati/Walikota itu adalah Bupati Sidoarjo, Walikota Surabaya, Bupati Gresik, Bupati Pasuruan, Bupati Blitar dan Bupati Lamongan. Tak hanya itu, 105 perusahaan yang ada di Jawa Timur juga mendapatkan penghargaan dengan kategori Penghargaan Zero Accident. Sedang 38 perusahaan lainnya mendapatkan penghargaan dengan kategori Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3).  
Diterimanya penghargaan tersebut disyukuri Wagub Saifullah Yusuf. Orang nomor dua di jajaran Pemerintahan Provinsi Jatim itu merasa bangga. Berkat predikat tersebut, Gus Ipul, sapaan akrab Wagub Jatim tersebut menyampaikan rasa terima kasih atas diterimanya kembali penghargaan K3 sebagai provinsi yang dianggap memiliki perhatian serius terhadap Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3). "Ini juga penting untuk hadirnya investasi di masa-masa yang akan datang," katanya. 
Lebih lanjut ia mengatakan, yang lebih penting dari pasca diterimanya penghargaan K3 ini adalah memberikan penyadaran kepada seluruh perusahaan untuk benar-benar menerapkan K3 di lingkungan mereka masing-masing. Sebab, lewat penerapan K3 itu, produktifitas para buruh akan semakin meningkat.   
"Penghargaan ini adalah memotivasi dan sekaligus mendorong agar kita ini bisa membikin satu skenario yang lebih komprehenship untuk membuat semacam kerja bersama antar stakeholder di bidang ketenagakerjaan agar bersama-sama mengutamakan soal K3," harapnya. 
Menyoal tentang peningkatan kesejahteraan para buruh, Gus Ipul – sapaan akrab Wagub Saifullah Yusuf itu berharap, agar seluruh perusahaan dapat memperhatikan soal BPJS bidang kesehatan. Sebab, sebut Gus Ipul, hingga saat ini dirinya menilai masih kecilnya prosentase perusahaan yang mengikutkan pekerjanya dalam program BPJS bidang kesehatan. "Salah satu yang penting disadari oleh perusahaan dan pekerja adalah soal BPJS Bidang Kesehatan. Dalam rangka untuk itulah sekarang ini masih kecil prosentasenya. Karena prosentasenya masih kecil akan kita dorong untuk bisa lebih banyak lagi," ungkapnya.  
Sementara itu, Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi RI Muhaimin Iskandar sebelum menyerahkan penghargaan tersebut mengatakan, salah satu upaya yang dilakukan untuk meningkatkan kesejahteraan para pekerja adalah melalui pemberian reward kepada setiap perusahaan. Upaya itu dilakukan sebagai bentuk kepedulian perusahaan dalam memberikan kesejahteraan kepada para buruh. 
"Pemerintah memberikan apresiasi kepada gubernur, bupati dan walikota, para pengusaha, pekerja dan masyarakat yang telah melaksanakan K3 dalam setiap kegiatan. Sehingga mampu meningkatkan aspek perlindungan pekerja, mutu kerja dan produktivitas," kata Muhaimin. 
Dirinya menilai, kesadaran akan pentingnya penerapan K3 di lingkungan kerja tidak hanya menghindarkan diri dari kecelakaan kerja saja. Namun, usaha itu juga dapat meningkatkan aspek perlindungan pekerja dan menambah produktivitas dan kesejahteraan pekerja. 
"Semua pihak harus terlibat secara optimal dalam penerapan standar keselamatan dan kesehatan kerja di tempat kerja agar mengurangi kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja," terangnya. 
Oleh karena itu, kata Muhaimin, pelaksanaan K3 di seluruh perusahaan harus dilaksanakan secara efektif. Upaya itu bisa dilakukan melalui pendekatan kesisteman dengan melibatkan seluruh manajemen, tenaga kerja, kontraktor dan sumber-sumber produksi lainnya yang terintegrasi dengan Sistem Manajemen Perusahaan. "Pelaksanaan K3 yang terintegrasi dengan sistem manajemen perusahaan, selain merupakan pemenuhan kewajiban peraturan perundang-undangan, juga merupakan upaya dalam memenuhi tuntutan perdagangan internasional," jelasnya. 
Sementara penyerahan penghargaan Zero Accident tahun 2014 ini, sebut Menakertrans Muhaimin Iskandar, diberikan kepada 1223 perusahaan. Jumlah itu dinilai meningkat sekitar 35 persen dibanding tahun 2013 yang jumlahnya mencapai 911 perusahaan. Sedang penghargaan SMK3 tahun ini diberikan kepada 405 perusahaan. Jika dibanding tahun 2013, penerimaan penghargaan tersebut dinilai meningkat mencapai 30 persen. Sementara untuk peyerahan penghargaan kategori Pembina K3 diberikan kepada 15 gubernur dan 29 walikota/bupati seluruh Indonesia. "Jumlah Pembina K3 ini pun mengalami peningkatan bila dibanding jumlahnya untuk tahun 2013 sebanyak 14 gubernur dan 22 walikota/bupati," katanya. 
Tak hanya itu, Kemenakertrans RI juga memberikan penghargaan kepada perusahaan yang mampu menerapkan pencegahan HIV/AIDS di tempat kerja. Untuk tahun 2014 ini, Kemenakertrans RI menyerahkan kepada 54 perusahaan dan 3 pemeduli dan 1 bupati. "Penyerahan penghargaan tersebut, dinilai mengalami peningkatan jumlahnya yang tahun lalu hanya 19 perusahaan saja," kata Muhaimin. 
Dibagian lain, Kepala Disnakertransduk Jatim, DR. Edi Purwinarto, Msi mengatakan, diterimanya penghargaan K3 untuk Pemrov Jatim dan Bupati/Walikota serta kategori lain untuk perusahaan-perusahaan di Jawa Timur merupakan upaya untuk meningkatkan kesejahteraan perusahaan dan pemenuhan kebutuhan hak-hak dasar para pekerja. Oleh karena itu, dirinya berharap agar seluruh perusahaan bisa mengembangkan K3. Sehingga, usaha tersebut diharapkan dapat berimbas kepada perusahan-perusahaan lain yang belum menerapkan K3 di perusahaannya. "Karena apa ? kita ingin bahwa di setiap perusahaan itu bisa menuju pada zero accident," jelasnya.  
Saat ditanya kriteria apa yang membuat Provinsi Jatim mendapatkan penghargaan, dirinya mengatakan, kalau diterimanya pengahragaan tersebut merupakan akumulasi dari prestasi sebelum-sebelumnya dalam mencapai zero accident. Usaha itu tergantung dari Sistem Manajemen K3 (SMK3) yang diupayakan setiap perusahaan. "Oleh karena itu kita melakukan satu penilaian terhadap bagaimana upaya setiap perusahaan melakukan manajemennya. Sehingga dengan demikian bisa dicapai benar-benar K3 bisa dilaksanakan dengan baik dan benar di setiap perusahaan. Pada kesempatan ini bukan hanya berbicara soal kecelakaan kerja saja, tetapi juga soal kesehatan kerjanya," jelas Edi Purwinarto. 
Sementara untuk harapan ke depan, dirinya mengingkan agar upaya pencapaian zero accident bisa dijadikan sebuah budaya di lingkungan perusahaan. Sehingga, dari tahun ke tahun diharapkan tidak ditemukannya sebuah kecelakaan kerja. "Ini barang kali yang bisa dilakukan pemerintah dalam upaya membangun kesejahteraan para buruh dan pekerja," pungkasnya. (wempi/rif)


Share :
Related Article

Isi Komentar Anda

Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi Globalaceh.com. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

 

Berita FotoIndeks

Jawa TimurIndeks

Lintas DaerahIndeks